only for you
Ini bukan asli karya aku,hasil copas dari fansite orang…mau liat aslinya tinggal comment.enjoy it ya..
Ify menatap Cakka dengan penuh harap. Sambil mengantupkan kedua tangannya di depan dada, Ify setengah memohon kepada Cakka. “Please, Please, Please, loe mau ya pura-pura jadhi pacar gue…”
Ify melihat Cakka melongo. Kelihatan banget kalau Cakka speechless. Sambil berdoa dalam hati supaya cowok yang satu ini mau ngabulin permintaannya, Ify terus menatap Cakka. Dia hamper sajja nggak
bisa nahan tawa saat Cakka tampak bingung harus bicara apa, yang berdampak pada
mulutnya yang buka tutup kayak ikan mas koki.
Pertama siih, Ify masih sabar nunggu Cakka selesai dengan ritual ikan mas kokinya, tapi setelah tiga menit hening, Ify gerah juga… Udah semingguan nguntit ray dan merencanakan ngomong ke Cakka, udah
semalam nggak bisa tidur gara-gara tegang, mana pake belain ditinggal antar
jemput dan nunggu seisi sekolah pulang Cuma demi bisa ngomong berdua kayak
gini, yang dibelain malah nggak ngrespon apa-apa!
“Jadi gmana Cakk? Mau khan?” desak Ify dengan kesabaran yang mulai diambang batas.
Cakka nggak langsung menjawab. Tapi Ify ngeliat dia sempet tersentak sejenak mendengar pernyataan Ify yang tiba-tiba.
“Nggak! Ide gila! Kenal loe ajj gue enggak!” balas Cakka setelah sadar dari keterpanaannya.
Ify meringis bersalah. Memang siih, kalau dipikir-pikir, keterlaluan juga kalau dia tiba-tiba minta Cakka pura-pura jadi pacarnya. Lha gimana enggak keterlaluan, Ify khan memang gag kenal Cakka! Ify
tau Cakka aja setelah ngubek-ngubek satu sekolah dan Tanya sana-sini tentang
cowok yang paling diminati sama kaumnya. Tapi gimana lagi? Walau nggak kenal,
Ify harus tetep memberanikan diri kalau mau misi balas dendamnya ke Alvin,
cowok paling keren di kelas 2, playboy kelas kakap yang sekaligus merupakan
mantan pacarnmya, berhasil!
Ify jelas nggak bisa ngebiarin Alvin meneruskan ke-playboy-annya setelah meninggalkan Ify kurang dari sebulan masa pacaran mereka. Yang lebih parahnya lagi, nggak
sampai seminggu mereka putus, Alvin
udah mesra-mesraan lagi sama adik kelas Ify. Siapa yang nggak dendam coba?
Padahal, Ify ngrasa nggak jelek-jelek amat tuh! Kulitnya yang putih, matan ya yang jernih, hidungnya ga pesek-pesek amat, rambut keren. Masalah tinggi badan, emang Ify nggak tinggi sih, tapi kata orang-orang, mungil itu
indah kok! Secara keseluruhan, Ok!! Mungkin Ify memang nggak secantik Agnes
Monica atau Dian Sastro, tapi banyak koq yang ngakuin kalo Ify cantik! Banyak
juga yang ngantre buat dapetin cintanya Ify!
Dalam bidang prestasi, prestasi akademik Ify juga bagus. Bukan ranking 1 siih, tapi Ify nggak pernah absent uh jadi ranking 10 besar di sekolahnya. Ify juga bukan anggota cheerleader yang bisanya
punya fans segudang, tapi prestasi akademik plus fisiknya udah cukup tuh buat
mendongkrak fansnya.
Finally, semuanya bisa dibilang sempurnah tuh! Cewek-cewek banyak yang pingin tukar posisi sama Ify. Kalau cowok-cowoknya….. Jangan ditanyam banyak banget yang antre. Tapi… kok bisa sih Alvin tetep ninggalin dya
gitu ajj???
Ify kembali menatap Cakka. Cowok yang satu ini adalah kakak kelasnya. Katanya sih, cowok ini merupakan Don Juan-nya SMA mereka. Orangnya Cakep banget . Fans-fanmsnya juga
berjibun. bahkan katanya, banyak juga cowok yang pengen jadi setenar
Cakka. Makanya Ify yakin 100% kalau Don Juan yang satu ini bisa diajak kerja
sama, Alvin
pasti bakal nyesel banget udah mutusin Ify!
Paling enggak, Ify bisa ngebuktiin ke temen2nya, utamanya ke Alvin, kalau dia bisa mendapatkan orang yang jauh lebih baik dari pada Alvin. Apalagi Cakka terkenal sebagai Cowok
yang susah dideketin. Fans ceweknya, banyak banget, temen-temen ceweknya, juga
sama banyaknya, tapi setahu Ify, Cakka enggak pernah mempunyai seseorang yang
special di hatinya. Kalau Cakka mau pura-pura jadi pacarnya, nggak usah
diragukan rencana Ify pasti akan berjalan sesuai dengan harapannya.
“Ok, sepertinya loe tadi nggak denger perkataan gue, gue ulang deh, Nama gue Alyssa Saufika Umari, anak kelas 2, adik kelas loe. Tapi kalau loe mau
manggil gue, cukup manggil gue Ify. Gue anak tunggal, prestasi akademik Gue
lumayan, temen gue juga banyak, apa lagi yang loe mau ketahui tentang Gue?”
Tanya Ify santai.
Cakka cuma menggeleng tak percaya waktu ngeliat Ify ngulurin tangannya setelah ngomong panjang lebar tentang dirinya. Nggak pingin terlibat terlalu jauh, Cakka beranjak dari tempat duduknya dan
membiarkan tangan Ify terus mengulur dihadapannya.
“Loe kok gag sopan banget siih sama cewek? Mau maen tinggal gitu aja lagi!” protes Ify sambil meraih tas Cakka dan menahannya.
Cakka tampak marah diperlakukan kayak gitu. “Lepasin tas gue!”
“Nggak sebelum loe janji mau bantuin gue!” kata ify keras kepala.
Cakka menatap Ify dengan garang. Ify balas menatapnya gag mau kalah. Apa boleh buat? Ify udah kepalang malu dihadapan cowok yang satu ini, kalau tidak berjuang sampai tuntas, percuma saja
pengorbanannya sampai saat itu! Makanya
dalam hati Ify udah berjanji ke dirinya sendiri, nggak tahu gimana caranya, Ify
harus berhasil ngeyakinin Cakka buat bantuin dia!
Nggak pingin bertindak kasar ke cewek, Cakka melepas tasnya dan melanjutkan niatnya semula. “ambil ajj tas gue, gue masih punya banyak di rumah!” kata Cakka sambil berlari meninggalkan Ify yang
terkejut.
Untunglah reflex Ify cepat. Begitu melihat Cakka lari, Ify cepat-cepat melepaskan tas Cakka dan mengejar cowok yang ssekaligus jadi Kapten basketsekolah mereka itu. Tapi jelas Ify kalah. Cakka
udah jauh banget di depannya. Tapi bukan Ify kalau nyerah gitu ajja. Ify
memilih ngambil jalan muter. Ify tau tujuan Cakka. Paling-paling juga mau ke
tempat parker motor yang ada tepat di seberang sekolah mereka. Gimanapun juga,
Ify kan sudah
ngikutin Cakka cukup lama. Makanya Ify memutuskan untuk berhenti mengejar Cakka
dAn menuju pintu samping supaya bisa lebih cepat ketempat pakir dibanding Cakka.
Ify mengomel-ngomel dalam hati. Nafasnya sudah terengah-engah. Sudah panas, masih juga harus pake acara kejar-kejaran seperti ini. Kayak film India
ajja! Sekarang Ify udah lumayan dongkol. Tanpa memandang sekeliling, Ify terus
mempercepat larinya. Saat lapangan parkir itu ada di depan matanya, dan Ify
tidak menemukan sosok Cakka, Ify agak lega. Dengan Cepat, dilangkahkannya kaki
untuk menyeberangi jalanan yang mulai lengang itu.
“Awas…”
Suara teriakan itu mengejutkan Ify. Refleks, Ify menoleh kesekitarnya. Begitu sadar sebuah Sedan Nampak menuju kearahnya, Ify terbelalak. Seluruh tubuhnya kaku. Otaknya mampet. Nggak tau
harus bagaimana supaya bisa terhindar dari hantaman sedan itu.
“ya, tuhan gue belum mau mati…..” desah Ify yang mulai terisak.
Tepat sebelum sedan itu benar-benar nabrak Ify, seseorang mendorongnya dengan keras hingga menyentub aspal. Ify gak sadar saat pengemudi setan itu mengomel-ngomel keras sebelum melaju tak peduli.
Bahkan rasa sakit karena tergoresnya kulit dengan aspal, nggak dirasakannya.
Ify Cuma sempet ngeliat penyelamatnya. Ternyata Cakka. Wajahnya Nampak sangat marah “LOE GILA YA?” betak Cakka.
Ify nggak ngejawab. Dia Cuma nengis sesugukan karena bisa selamat dari kecelakaan yang hapir terjadi lalu tiba2 pingsan saking Syoknya.
Yang pertama kali dilihat Ify pas dia sadar adalah Cakka yang sedang melipat tangan dan tengah menatapnya dengan jengkel. Ify memalingkan wajahnya ke arah lain. Ify agak malu. Tadi dia suah menangis
di hadapan Cakka! Pake acara pingsan segala lagi!
“Semua ini gara-gara loe!” kata Ify mencoba mengenyahkan rasa malunya. “kalau elo nggak kabur, gue pasti nggak perlu ada di sini! Lanjut Ify sambil beranjak dari posisi tidurnya menjadi
posisi berdiri.
Cakka dongkol setengah mati. Sudah sport jantung saat ngliat cewek gila satu itu hamper celaka, ngangkat tuh cewek ke R.Kesehatan sendirian, nungguin kayak orang gila sampe ini cewe sadar, eh, yang
ditolong malah nyolot dan nyalahin dia!
“Gila, loe gak tahu berterima kasih banget y? gue jadi nyesel nyelametin elo tadi!” kata Cakka gag sabar.
“Loe harus inget, gue nggak mungkin butuh loe selametin kalau loe gag kabur!” balas ify. “Sekarang loe harus tanggung jawab! Gue nggak bakal nuntut loe apa-apa, gue gue cumin butuh bantuan loe seperti yang udah gue ceritain tadi! Anggep ajja, sebagai ganti
rugi memar-memar yang ada di badan gue!”
“Loe piker cuman elo yang memar? Gara-gara loe, badan gue juga sakit semua! Apalagi punggung gue. Rasanya mau patah waktu gue ngangkat elo dan ngebawa lo ke sini! Elo berat banget, tahu!”
Ify membelalak waktu tahu kalau yang ngangkat dia ke ruangan itu. “Jadi elo yang ngangkat gue? Loe… Loe yang megang gUe? Jadi.. Jadii…”
“Loe pikir loe bisa jalan sendiri kesini? Kalau bukan gue yang gendong, mana mungkin loe bisa di sini sekarang? Tapi loe nggak usah parno deh. Gue nggak minat kok nyuri kesempatan dari cewek gila, kasar dan keras kepala
kayak loe!”
Nggak banyak kata-kata lagi, Cakka langsung berdiri dari tempat duduknya dan bergegas meninggalkan Ify. Melihat gelagatnya yang kurang baik itu, Ify cepet-cepet turun dari tempat tidur. Badannya masih sakit, tapi tak
diperdulikannya. Cepat-cepat dikejarnya Cakka, Lalu diraihnya lengan pria itu.
“Cakk, tolong bantuin gue ya, Please,” pinta Ify memelas.
“Nggak!” kata Cakka cepat
Cakka berusaha membebaskan tangannya dari Ify, tapi semakin keras Cakka berusaha, semakin ketat juga pegangan Ify di lengannya.
“Cak, tolong gue, kalau enggak terpaksa jug ague nggak mungkin senekat ini. Tolong ya, Cak…” bujuk Ify lagi.
Cakka sudah akan menolak lagi, tapi waktu ngeliat Ify memelas dan tampak berkaca-kaca seperti itu, Cakka agak ibajuga. Otaknya bekerja cepat. Di satu sisi, dia nggak pingin terlibat jauh dengan urusan nggak lazim kayak
gini. Tapi kalau sekarang nolak, Cakka jadi agak nggak tega juga. Paling tidak,
harus Ify sendiri yang memutuskan untuk tidak memakai ‘jasa’nya!
Ify menunggu dengan berdebar. Cakka nggak langsung nolak, itu sudah merupakan berita bagus buat saat itu. Setidaknya, dengan begitu masih ada kesempatan buat Ify untuk bisa mewujudkan rencananya. Ify menatap Cakka
lekat-lekat. Ify bisa ngeliat kalau Cakka bener-bener berfikir keras pada saat
itu! Dan saat Cakka tiba-tiba tersenyum kecil, persaan Ify tiba-tiba menjadi
tidak enak.
Cakka melepas genggaman Ify dari lengannya sebelum mulai berbicara. “Ok, mungkin emang nggak ada salahnya kalau gue bantu loe! Tapi ada syaratnya!”
Ify menyipit melihat Cakka. Kalau Cakka bisa senyum dan tenang kayak gini, pasti syaratnya bukan sesuatu yang menyenangkan buat Ify, “Apa syaratnya?”
Cakka kembali tersenyum. Kali ini sangat lebar (manisnya). “Loe harus jadi pembantu di rumah gue selama perjanjian kita berlangsung.”
Kalau ada yang bilang Cakka itu baik, gentlemen de el el, Ify bakalan jadi orang pertama yang menepis semua predikat tiu! Bayangin ajj, Cakka bener-bener keterlaluan waktu minta Ify jadi pembantu di rumahnya! Sudah ngomong kayak gitu, nggak pakai nunggu jawaban
dari Ify yang memang syok denger permintaan Cakka, Cakka sudah ngeloyor dengan
santainya! Keterlaluan!
Ify berfikir keras. Menyetujui syarat Cakka berarti memberikan cowok itu mengerjainya. Tapi kalau melepaskan hal ini, Ify gak punya ide lain buat ngebikin Alvin nyesel dan
bertekuk lutut lagi ke dia.
“Dasar cowok kuramng ajar! Sok ganteng! Sok keren(*memang keren n ganteng koq, fy)! Benci, benci, benci!!!” omel Ify sambil meremas bantalnya dengan gemas.
Ify beranjak dari ranjangnya. Dia malah mondar-mandir dengan gelisah. “Asal gue nemuin satu lain lagi, gue nggak bakal mau lagi berurusan sama Cakka Nuraga yang super congkak itu!” janji Ify tegas.
Ify siih pinginya gak berurusan lagi sama yang namanya Cakka. Tapi apa boleh buat, otaknya menentukan lain. Setelah mondar-mandir gak jelas selama beberapa jam, akhirny Ify nyerah juga. Mau nggak mau dia harus rela
ngorbanin perasaannya demi kelancaran rencananya. Termasuk pagi itu.
Jam lima subuh, ify udh bangun dan siap-siap sekolah. Padahal hari biasanya, ify baru bangun jam enam. Itupun kalau bibik yang bangunin. Kalau tidak, wah, mungkin baru setngah tujuh Ify bangun dan cepat-cepat mandi
bebek.
Dan keputusannya buat datang pagi-pagi itu udah bener-bener ngebuat Ify benar-benar ngrasa Bodoh! Jam enam lebih, dia sudah nangkring di depan sekolahnya. Dan itu semua dilakukan untuk mencegat Cakka supaya bisa
bekerja dengannya sebentar. Ify merapatkan jaketnya. Udara pagi yang dingin
membuatnya semakin tak sabar menunggu Cakka.
Saat melihat Cakka tiba. Ify hampir bersorak. Akhrinya…….. Ify menunggu lagi dengan sabar. Begtiu tiba di depan gerbang sekolah, baru Ify memunculkan dir. Tanpa kata-kata, Ify tiba-tiba suda berjalan berdampingan
dengan Cakka.
“Gue setuju sama syarat loe!” kata Ify tampa menatap Cakka.
Cakka tiba-tiba berhenti berjalan mendengar informasi dari Ify. “Apa?”
Ify mengikuti jejak Cakka. Dia ikut berhenti dan berbalik menatap Cakka. “Gue bilang, gue setuju jadi pembantu di rumah loe!”
Cakka menggeleng tak percaya. Dikiranya, Ify nggak bakalan mau nerima syarat aneh darinya kmarin. Siapa yang nyangka ada orang yang segila ini? Cakka aka menyesal juga telah melontarkan syarat aneh seperti kemarin,
tapi apa boleh buat? Masa dia harus menjilat air ludahnya sendiri?
“Dasar cewek zaman sekarang!” omel Cakka keki.
“Eh, loe nggak usah bawa-bawa kaum gue dech. Loe khan udah sepakat kmarin, jangan cari alas an buat mungkir, ya?”
“Siapa yang mau mungkir? Kalau loe emang setuju, ayo ajj. Hari ini juga kita lakuin. Hari ini gue bakal mulai ngasih sinyak kalo gue naksir sama loe, kalau perlu, hari ini jug ague bilang kalau kita pacaran. Tapi, hari
ini juga elo harus ikut gue pulang dan ngelakuin tanggung jawab elo!”
“Setuju” jawab Ify cepat. “ehm, nggak usah pacaran, cukup orang-orang tahu dulu lok elo ngejar-ngejar gue,” tambah Ify cepat. Sambil tersenyum, Ify mengulurkan tangannya sebagai tanda deal. Tapi, Cakka mengacuhkannya.
Cowok itu malah melenggang dengan santainya. “Pulang sekolah, tunggu gue di taman belakang sekolah. Ada hal yang perlu kita bahas sebelum ngelaksanain semua ini!”
Nggak pake acara pamit, Cakka langsung pergiu begitu selesai ngomong gitu. “Dasar cowok sok ganteng! Nyebelin!!” guman Ify luar biasa kesel sebelum akhirnya melangkah dengan agak dongkol ke kelasnya.
Welcome to Blog.com.
This is your first post, produced automatically by Blog.com. You should edit or delete it, and then start blogging!